Gila
Aku menduga kau tak akan percaya dengan cerita ini. Cerita yang akan mengisahkan seorang gila yang meninggalkan bermacam aroma bunga. Seorang gila di zaman modern. Zaman di mana orang-orang bisa terkekeh tertawa sendiri, senyum sendiri, bahkan marah-marah, meninju , membanting, berteriak, dan menangis sendiri setelah melihat ke layar segi empat yang ia sentuh-sentuh dengan telunjuknya. Tapi ini tejadi. Seorang yang memilih gila dengan waras, dibanding waras dengan beragam kegilaan. Kisahnya begitu panjang. Aku tak ingin kalian hanya membaca sebagian kisahnya hanya karena kalian bosan. Kalian mungkin terbiasa membaca kata-kata pendek dengan empatpuluh empat karakter, atau curahan singkat tentang kegalauan hati. Dan aku tahu kalian tak terbiasa membaca beribu-ribu kalimat, apa lagi tentang orang gila. Maka ceritanya aku ringkas, agar kalian mengetahui kisahnya. ***