Pendidikan ala Rasulullah SAW
Pendidikan bagi sebuah Negara atau bangsa mempunyai peran yang sangat urgen, entah itu disaari atau tidak, diperhaikan atau tidak ia adalah tulang punggung bagi sebuah keutuhan, sebuah barometer bagi kemajuan. Pendidikan bagi sebagian Negara adalah sebuah prioritas, karena kedudukannya serta perannya bagi Negara tersebut.
Pendidikan mempunyai arti yang sangat luas, ia tidak hanya dibatasi oleh ruangan kelas, ia juga idak diatur oleh kurikulum, dan tentunya pendidikan juga idak hanya kegiatan belajar mengajar antara guru dan murid. Pendidikan adalah sebuah proses untuk menjadi manusia yang utuh dalam pengertiannya sebagai manusia. Dalam bahasa Arab pendidikan adalah tarbiyah menurut Nasyi’ulwan mempunyai arti insyaau syain syaian fa syaian ila haddi tamam: proses petumbuhan manusia dengan tahapan-tahapan hingga menuju tahap yang sempurna. itu arinya pendidikan bias berlangsung dimana saja, bias di rumah dengan orang tua sebagai guru, di lingkungan social dengan masyarakat sebagai guru atau di tengah hutan dengan alam sebagai guru.
Pada banyak Negara, pendidikan sudah diformalakan dengan model sekolah, dengan tahaapan-tahapan yang sesuai dengan perkembangan peserta didik. Untuk mencapai kemudahan serta adaptasi pembelajaran maka sekolahpun sudah mempunyai berbagai macam model dan cara, baik itu dari segi kurikulum, pelaksanaan pembelajaran, alat Bantu yang digunakan bebagai fasilitas penunjang lainnya. Kesemua itu dalam rangka untuk mejadikan pendidikan bias terlaksana dengan baik dan tentunya bsa menghasilkan kualitas out put yang bermanfaat bagi kehidupan.
Jauah sebelum pendidikan diformalkan, sekolah sudah ada semenjak zamannya Plato seorang murid Socrates, yang waku itu sekolahnya dinamakan dengan Academia. Lembaga ini mencetak para pemikir-pemikir, scientic, dan filosof. Di Academia proses pembelajaran tidak berada diruang-ruang kelas tapi di alam terbuka, yang menjadi gurunya adalah Plato sendiri.
Di timur tengah, sejak kedatangan islam di jazirah Arab Nabi Muhammad menyampaikan ajarannya dengan membentuk halaqoh-halaqoh kecil, dan tempatnya secara bergilir di adakan di rumah-rumah para sahabat. Menyampaikan ajarannya, proses pembelajaran dan pendidikan kadang disampaikan di kebun-kebun, di bawah pohon, pojok-pojok masjid, dan secara terbuka setelah Sholat berjamaah.
Pendidikan yang diterapakan oleh Nabi Muhammad ini cukup berhasil, ini kemudian terbukti dengan kualitas para sahabat yang begitu tangguh, tidak hanya mereka menjadi lebih pintar secara kognisi tapi juga secara emosi dan spiritual. Proses pendidikan yang sangat sederhana akan tetapi mampu merubah sebuah paradigma serta pandangan para sahabat dan penduduk Mekkah pada waktu itu. Masyarakat Mekkah yang terkenal dengan masyarakat jahiliah yang mana hukum rimba berlaku, serta kondisi masyarakat yang rusak secara mental dan moral. Kemudian kita akan bertanya lebih lanjut kenapa pendidikan yang di terapkan Nabi Muhammad pada waktu itu bisa mengubah sebuah keadaan yang sangat rusak menjadi masyarakat yang berperadaban tinggi? Selanjutnya ini kita bahasa melalui kaca mata pendidikan secara persfektif dan objektif.
Pembahasan ini akan kita mulai dengan landasan berpijak pendidikan yang Rosullullah ambil dengan melihat latar belakang social masyarakat Mekkah pada waktu itu. Tidak lupa juga masyarakat sebagai kumpulan indiviu yang secra umur mereka sudah berumur, sudah sekian lama mempunyai cara berfikir yang sangat jahiliyah, serta keyakinan mereka terhadap sesembahan mereka.
Nabi Muhammad sebagai seorang utusan Allah sebagaimana nabi-nabi dan rosul-rosul terdahulu mengemban sebuah misi besar yakni mengesakan Allah sebagai Tuhan dan mengamalkan ajarannya sebagai pegangan hidup di dunia ini. Mengesakan Allah adalah tujuan dari pendidikan Rosulullah, tentunya dengan sederet konskuensi ketika mengesakan Allah sebagai Tuhan. Dan landasan Filosofi dari pendidikannya adalah Islam dan nilai-nilainya, dengan landasan yang kuat serta tujuan yang jelas maka proses pendidikanpun akan lebih terarah ketika ia di implementasikan. Islam, adalah sebuah agama sekaligus menjadi kehidupan bagi Rosulullah dan para sahabat yang pada waktu itu ia mulai dari kalangan kerabat terdekat, dan yang menerima ajaran Islam hanya beberapa orang saja dan mereka disebut As-Saabiquun Awwaluun.
Islam begitu lekatnya pada diri nabi dan para sahabat, sehingga ia menjadi landasan setiap perbuatan, begitu pula pada dengan pendidikan dan pengajaran yang di sampaikan oleh Rosul menjadikan Islam landasan pendidikannnya. Ketika islam menjadi landasan awal pengajaran dan pendidikan, maka ajaran dari islam itu menjadi materi-materi yang ia sampaikan kepada masyarakat mekkah. Ajaran-ajaran Islam terkandung di dalam kitab suci yakni Al-Qur’an. Alqur’an inilah kemudian menjadi referensi utama dalam pengajaran dan pendidikan.
Dalam menyampaikan ajaran Islam, Rosulullah mempunyai method yang sangat menarik, dimana pada waktu itu para masyarakat mekkah sebagai subyek didik, mereka yang sudah sekian lama menganut ajaran serta warisan leluhur nenek moyang mereka. Rosulullah mengajarkan ajaran-ajaran Islam melalu dengan berbagai tahapan, Pada masa awal roulullahmenyamapikan tentang ketauhidan. Langkah yang sangat jitu untuk merombak serta membalikkan paradigma hidup masyarakat mekkah, penyampaian yang ia lakukanpun tiidak dengan sporadic dan dan langsung mengacaukan logika berfikrnya rangarab, melalui Al-Qur’an dengan bahasa mereka sendiri.melalu dari hati kehati dan masuk kedalam kehidupan orang orang arab rosul dengan santun dan bijksana menyampaikan apa itu islam. Banyak factor kemudian yang menyebakan Islam di terima oleh masyarakat mekkah, salah satunya adalah cara Rosul menyampaikan Islam Serta Rosul sendiri menjadi contoh yang baik dalam bermasyarakat.
Penyampaian yang di lakukan rosul dengan intensif adalah melualui halaqoh-halaqoh kecil dii rumah arqom, sehingga pertemuan mereka sering disebut dengan daarul Arqom. Pertemuan yang rutin dilakukan mempunyai efektifitas yang tingi dalam mengakarkan islam, rosul sebagai seornag guru bisa duduk bersam dengan para muridnya,mendengarka ssetiap problem yang merka hadapi,kemudian menunjukkan solusi-solusi yang cedas bagi masalah merka. Begitu intensifnya halaqoh yang di adakan oleh rosul sehingga menyembabkan perubah pemikiran serta paradigm masyarakat mekkah yang sudah masuk islam, sehingga para pemuka mekkah dengan gencarnya memusuhi Rosul. Maka, inilah rintangan bagi seorang pendidik,tidak semua orang bisa sepakat dengan sebuah hal yng baru walau itu bermanfaat an baik sekalipun.
Rintangan bukan hal yang begitu besar sehingga ia harudi tkuti, ajaran yang rosulsampaikan begitu lekatnya dalam kehidupan para sahabat, sehingga rintangan membuat mereka semakin termotifasi untuk terus mengajarkan islam. Sebuah pertanyaan muncul, kenapa begitu hebatnya pengaruh ajaran Islam dalam diri para sahabat? Selai karena Kebijaksanaan dan kesantunan Rosul dalam menyampaikan Islam, Rosul juga tidak pernah memaksakan kehendaknya terhadap masyarakat Mekkah, dan kepada para sahabat pun rosul tidak pernahmengajarkan isalam kecuali ketika merekasudah menjalankan apa yang telah di dapatkan sebelumnya.artinya pengajaran tidak hanya terbatas pada teori dan ruang kepala saja, akan tetapi langkah praktik dan kongkrit mesit di terapkan dalan jehidupan keseharian. Dan guru yang baik mempunyai sebuah beban ketika yang telah diketahui dan dipelajari oleh murid tetapi tidak di terapkan dalam kesehariannya.
Hasil dari methode pendidikan seperti inilah yang telah menghasilkan out put- output yang tahan banting dan tangguh terhadap berbagai macam cobaan. Dan ia tidak hanya bertahan dua atau tiga tahun, tapi bertahan hingga sekarang, sebuah revolusi paradigma dan kesadaran yan telah dilakukan Rosulullah, ia tidak hanya merubah individu-individu tapi juga telah merubahan sebuah tatana masyarkat yang telah bertahun bahkan berabd mengkara di tanaharab. Tatanan social yang memberikan angin kedamain dan kesejukan, yang memberikan manusia derajat kemanusiannya. Bukankah itu yang menjadi tujuan pendidikan?
Pendidikan yang dilakukan oleh rosulullah adalah sebuah cerminan tentang sebuah pembelajaran yang tidak mementingkan hasil dalam bentuk kognisi semata akan tetapi nilai-nilai kehidupan menjadi sebuah prioritas utama. Revolusi yang dilakukan rosul adalah sebuah kesuksesan yang sangatluar biasa, revolusi kesadaran serta paradigm. Dan itu dilakukan hanya melalui halaqoh-halaqoh kecil, dari rumah kerumah, sederhana tapi sarat dengan konsistensi dan komitmen. Sebuah revolusi yang menghasilkan kesejahteraan dan kemakmuran.
Adalah Iran sebuah negri yang telah lama di pimpim oleh rezim yang otoriter. Keotoriteran yang akhirnya di hancurkan melalui sebuah revolusi, dan revolusi itu berawal dari halaqoh-halaqoh, hauzah-hauzah, dan musholla-musholla kecil dipinggiran desa. Apa yang kemudian menyebabkan revolusi ini berhasil.? Pendidikan adalah saran awal yang untuk memulai gerakan, pendidikan yang tidak bersifat matrelistik positivistic tapi pendidikan yang berorientasi pada nilai-nilai keilahiaan, konskuensi dari orientasi inilah yang merubah kesadaran serta paradigma masyarakat.
Indonesia, adalah sebuah negri yang sangat besar dengan bentangan pulau dari sabang sampai merauke, mempunyai perairan yang sangat luas. Nusantara itulah sebuah sebutan untuk Indonesia di masa lampau. Luasnya daerah ini juga dirirngi dengan keanekaragaman budaya serta pemikiran. Secarakuantitas Indonesia mempunyai potensi yang sangat baik baik itu sumber daya manusianya maupun sumber daya alamnya.akan tetapi sepertiyang kita ketahui bersama bahwa pendidikan belum begitu meratakeseluruh penjuru nusantara.
Pendidikan adalah sekolah, dan sekolah adalah ruangan kelas dengan sederet bangku dan meja serta papan tulis di depannya. Itulah sebuah pandangan seringkali mampir di benak kita, dan pandangan tersebut sangat sempit untuk menjelaskan pendidikan. Dan akhirnya ini berakibat pada kurangnya minat belajar kita kalau tidak di ruang kleas,padahal untuk melakukan transformasi intelektual ruang sekolah hanya salah satu bagiannya. Kita mempunyai alam yang sanagt kaya untuk menjadi laboratorium pembelajaran yan sangat efktif,kita punya lauatan dan ribuan sungai untuk sara belajar. Dan lagi-lagi kita akan memunculkan pertanyaan mengapa?
Paradigma kita selama ini tentang pendidikan agaknya telah tereduksi hingga berdampak pada implementasi di lapangan. Seandainya kita mau memanfaatkan itu semua maka kita akan bisa blajar dengan baik tanpa harus masuk keruangan kelas. Maka yang pertama kali yang harus kita rubah adalah pandangan tentangpendidikan serta tujuan pendidikan itu sendiri.
Secara sosiologis, orang-orang yang berrsekolah, apalagi sampai perguruan tinggi mendapat tempat yang istimewa dalam kehidupan bermasyarakatwalaupun sebenarnya tu bukan jaminan pendidikan berbanding lurus dengan kulalitas dan perannya di masyarakat.akan tetapi iniii sudah sudah menjadi pandangan umum masyarakat kita terutama masyarakat kelas bawah. Denga asumsi bahwa yang bersekolah akan dapat menempati posisi yang terhormat, kerjaan yang mapan, dan sederet pretise lainnya. dan bagaimana mengubah paradigma ini menuju sebuah paradigma bahwa pendidikan untuk kemanusian serta untuk belajar hidup.
Model pembelajaran halaqoh yang diterapkan oleh Rosul kepada para sahabat adalah model yang mempunyai tawaran sendiri untuk kita coba di Indonesia, model pendidikan melalui halaqoh dan kelompok-kelompok kecil. Model pembelajaran yang tidak terbatas oleh dinding dan bangku serta meja saja, tapi pembelajaran dengan alam sebagai tempat belajar yang tidak terbatas. Para pendidiknya adalah orang-orang yang langsung terjun kemasyarakat berdialog dengan mereka bahkan ditempat kerja mereka sendiri, pendidikan yang jauh dari ke-formalan tapi syarat akan nilai dan tujuan yangmurni dan lebih manusiawi.
Pendidikan, adalah sarana yang sangat vital bagi sebuah perubahan. Melalui pendidikan prses transformasi sangat mungkin untuk dilaksanakan, sebuah transformasi yang tdak terbatas pada intelektual semata tapi transformasi y ang saratakan nilai kemanusiaan. Model pendidikan ala nabi ini kemudian nisa menjadi sebuah solusi bagi dunia pendidikan kita, sebuah kemandirian yan tidak tergantung pada pemerintah dan pejabat yang berwenang tapi berawal dari kesadaran setiap nurani yang merasa bertanggung jawab terhadap masa depan bangsa. Wallau’alam.
Pendidikan mempunyai arti yang sangat luas, ia tidak hanya dibatasi oleh ruangan kelas, ia juga idak diatur oleh kurikulum, dan tentunya pendidikan juga idak hanya kegiatan belajar mengajar antara guru dan murid. Pendidikan adalah sebuah proses untuk menjadi manusia yang utuh dalam pengertiannya sebagai manusia. Dalam bahasa Arab pendidikan adalah tarbiyah menurut Nasyi’ulwan mempunyai arti insyaau syain syaian fa syaian ila haddi tamam: proses petumbuhan manusia dengan tahapan-tahapan hingga menuju tahap yang sempurna. itu arinya pendidikan bias berlangsung dimana saja, bias di rumah dengan orang tua sebagai guru, di lingkungan social dengan masyarakat sebagai guru atau di tengah hutan dengan alam sebagai guru.
Pada banyak Negara, pendidikan sudah diformalakan dengan model sekolah, dengan tahaapan-tahapan yang sesuai dengan perkembangan peserta didik. Untuk mencapai kemudahan serta adaptasi pembelajaran maka sekolahpun sudah mempunyai berbagai macam model dan cara, baik itu dari segi kurikulum, pelaksanaan pembelajaran, alat Bantu yang digunakan bebagai fasilitas penunjang lainnya. Kesemua itu dalam rangka untuk mejadikan pendidikan bias terlaksana dengan baik dan tentunya bsa menghasilkan kualitas out put yang bermanfaat bagi kehidupan.
Jauah sebelum pendidikan diformalkan, sekolah sudah ada semenjak zamannya Plato seorang murid Socrates, yang waku itu sekolahnya dinamakan dengan Academia. Lembaga ini mencetak para pemikir-pemikir, scientic, dan filosof. Di Academia proses pembelajaran tidak berada diruang-ruang kelas tapi di alam terbuka, yang menjadi gurunya adalah Plato sendiri.
Di timur tengah, sejak kedatangan islam di jazirah Arab Nabi Muhammad menyampaikan ajarannya dengan membentuk halaqoh-halaqoh kecil, dan tempatnya secara bergilir di adakan di rumah-rumah para sahabat. Menyampaikan ajarannya, proses pembelajaran dan pendidikan kadang disampaikan di kebun-kebun, di bawah pohon, pojok-pojok masjid, dan secara terbuka setelah Sholat berjamaah.
Pendidikan yang diterapakan oleh Nabi Muhammad ini cukup berhasil, ini kemudian terbukti dengan kualitas para sahabat yang begitu tangguh, tidak hanya mereka menjadi lebih pintar secara kognisi tapi juga secara emosi dan spiritual. Proses pendidikan yang sangat sederhana akan tetapi mampu merubah sebuah paradigma serta pandangan para sahabat dan penduduk Mekkah pada waktu itu. Masyarakat Mekkah yang terkenal dengan masyarakat jahiliah yang mana hukum rimba berlaku, serta kondisi masyarakat yang rusak secara mental dan moral. Kemudian kita akan bertanya lebih lanjut kenapa pendidikan yang di terapkan Nabi Muhammad pada waktu itu bisa mengubah sebuah keadaan yang sangat rusak menjadi masyarakat yang berperadaban tinggi? Selanjutnya ini kita bahasa melalui kaca mata pendidikan secara persfektif dan objektif.
Pembahasan ini akan kita mulai dengan landasan berpijak pendidikan yang Rosullullah ambil dengan melihat latar belakang social masyarakat Mekkah pada waktu itu. Tidak lupa juga masyarakat sebagai kumpulan indiviu yang secra umur mereka sudah berumur, sudah sekian lama mempunyai cara berfikir yang sangat jahiliyah, serta keyakinan mereka terhadap sesembahan mereka.
Nabi Muhammad sebagai seorang utusan Allah sebagaimana nabi-nabi dan rosul-rosul terdahulu mengemban sebuah misi besar yakni mengesakan Allah sebagai Tuhan dan mengamalkan ajarannya sebagai pegangan hidup di dunia ini. Mengesakan Allah adalah tujuan dari pendidikan Rosulullah, tentunya dengan sederet konskuensi ketika mengesakan Allah sebagai Tuhan. Dan landasan Filosofi dari pendidikannya adalah Islam dan nilai-nilainya, dengan landasan yang kuat serta tujuan yang jelas maka proses pendidikanpun akan lebih terarah ketika ia di implementasikan. Islam, adalah sebuah agama sekaligus menjadi kehidupan bagi Rosulullah dan para sahabat yang pada waktu itu ia mulai dari kalangan kerabat terdekat, dan yang menerima ajaran Islam hanya beberapa orang saja dan mereka disebut As-Saabiquun Awwaluun.
Islam begitu lekatnya pada diri nabi dan para sahabat, sehingga ia menjadi landasan setiap perbuatan, begitu pula pada dengan pendidikan dan pengajaran yang di sampaikan oleh Rosul menjadikan Islam landasan pendidikannnya. Ketika islam menjadi landasan awal pengajaran dan pendidikan, maka ajaran dari islam itu menjadi materi-materi yang ia sampaikan kepada masyarakat mekkah. Ajaran-ajaran Islam terkandung di dalam kitab suci yakni Al-Qur’an. Alqur’an inilah kemudian menjadi referensi utama dalam pengajaran dan pendidikan.
Dalam menyampaikan ajaran Islam, Rosulullah mempunyai method yang sangat menarik, dimana pada waktu itu para masyarakat mekkah sebagai subyek didik, mereka yang sudah sekian lama menganut ajaran serta warisan leluhur nenek moyang mereka. Rosulullah mengajarkan ajaran-ajaran Islam melalu dengan berbagai tahapan, Pada masa awal roulullahmenyamapikan tentang ketauhidan. Langkah yang sangat jitu untuk merombak serta membalikkan paradigma hidup masyarakat mekkah, penyampaian yang ia lakukanpun tiidak dengan sporadic dan dan langsung mengacaukan logika berfikrnya rangarab, melalui Al-Qur’an dengan bahasa mereka sendiri.melalu dari hati kehati dan masuk kedalam kehidupan orang orang arab rosul dengan santun dan bijksana menyampaikan apa itu islam. Banyak factor kemudian yang menyebakan Islam di terima oleh masyarakat mekkah, salah satunya adalah cara Rosul menyampaikan Islam Serta Rosul sendiri menjadi contoh yang baik dalam bermasyarakat.
Penyampaian yang di lakukan rosul dengan intensif adalah melualui halaqoh-halaqoh kecil dii rumah arqom, sehingga pertemuan mereka sering disebut dengan daarul Arqom. Pertemuan yang rutin dilakukan mempunyai efektifitas yang tingi dalam mengakarkan islam, rosul sebagai seornag guru bisa duduk bersam dengan para muridnya,mendengarka ssetiap problem yang merka hadapi,kemudian menunjukkan solusi-solusi yang cedas bagi masalah merka. Begitu intensifnya halaqoh yang di adakan oleh rosul sehingga menyembabkan perubah pemikiran serta paradigm masyarakat mekkah yang sudah masuk islam, sehingga para pemuka mekkah dengan gencarnya memusuhi Rosul. Maka, inilah rintangan bagi seorang pendidik,tidak semua orang bisa sepakat dengan sebuah hal yng baru walau itu bermanfaat an baik sekalipun.
Rintangan bukan hal yang begitu besar sehingga ia harudi tkuti, ajaran yang rosulsampaikan begitu lekatnya dalam kehidupan para sahabat, sehingga rintangan membuat mereka semakin termotifasi untuk terus mengajarkan islam. Sebuah pertanyaan muncul, kenapa begitu hebatnya pengaruh ajaran Islam dalam diri para sahabat? Selai karena Kebijaksanaan dan kesantunan Rosul dalam menyampaikan Islam, Rosul juga tidak pernah memaksakan kehendaknya terhadap masyarakat Mekkah, dan kepada para sahabat pun rosul tidak pernahmengajarkan isalam kecuali ketika merekasudah menjalankan apa yang telah di dapatkan sebelumnya.artinya pengajaran tidak hanya terbatas pada teori dan ruang kepala saja, akan tetapi langkah praktik dan kongkrit mesit di terapkan dalan jehidupan keseharian. Dan guru yang baik mempunyai sebuah beban ketika yang telah diketahui dan dipelajari oleh murid tetapi tidak di terapkan dalam kesehariannya.
Hasil dari methode pendidikan seperti inilah yang telah menghasilkan out put- output yang tahan banting dan tangguh terhadap berbagai macam cobaan. Dan ia tidak hanya bertahan dua atau tiga tahun, tapi bertahan hingga sekarang, sebuah revolusi paradigma dan kesadaran yan telah dilakukan Rosulullah, ia tidak hanya merubah individu-individu tapi juga telah merubahan sebuah tatana masyarkat yang telah bertahun bahkan berabd mengkara di tanaharab. Tatanan social yang memberikan angin kedamain dan kesejukan, yang memberikan manusia derajat kemanusiannya. Bukankah itu yang menjadi tujuan pendidikan?
Pendidikan yang dilakukan oleh rosulullah adalah sebuah cerminan tentang sebuah pembelajaran yang tidak mementingkan hasil dalam bentuk kognisi semata akan tetapi nilai-nilai kehidupan menjadi sebuah prioritas utama. Revolusi yang dilakukan rosul adalah sebuah kesuksesan yang sangatluar biasa, revolusi kesadaran serta paradigm. Dan itu dilakukan hanya melalui halaqoh-halaqoh kecil, dari rumah kerumah, sederhana tapi sarat dengan konsistensi dan komitmen. Sebuah revolusi yang menghasilkan kesejahteraan dan kemakmuran.
Adalah Iran sebuah negri yang telah lama di pimpim oleh rezim yang otoriter. Keotoriteran yang akhirnya di hancurkan melalui sebuah revolusi, dan revolusi itu berawal dari halaqoh-halaqoh, hauzah-hauzah, dan musholla-musholla kecil dipinggiran desa. Apa yang kemudian menyebabkan revolusi ini berhasil.? Pendidikan adalah saran awal yang untuk memulai gerakan, pendidikan yang tidak bersifat matrelistik positivistic tapi pendidikan yang berorientasi pada nilai-nilai keilahiaan, konskuensi dari orientasi inilah yang merubah kesadaran serta paradigma masyarakat.
Indonesia, adalah sebuah negri yang sangat besar dengan bentangan pulau dari sabang sampai merauke, mempunyai perairan yang sangat luas. Nusantara itulah sebuah sebutan untuk Indonesia di masa lampau. Luasnya daerah ini juga dirirngi dengan keanekaragaman budaya serta pemikiran. Secarakuantitas Indonesia mempunyai potensi yang sangat baik baik itu sumber daya manusianya maupun sumber daya alamnya.akan tetapi sepertiyang kita ketahui bersama bahwa pendidikan belum begitu meratakeseluruh penjuru nusantara.
Pendidikan adalah sekolah, dan sekolah adalah ruangan kelas dengan sederet bangku dan meja serta papan tulis di depannya. Itulah sebuah pandangan seringkali mampir di benak kita, dan pandangan tersebut sangat sempit untuk menjelaskan pendidikan. Dan akhirnya ini berakibat pada kurangnya minat belajar kita kalau tidak di ruang kleas,padahal untuk melakukan transformasi intelektual ruang sekolah hanya salah satu bagiannya. Kita mempunyai alam yang sanagt kaya untuk menjadi laboratorium pembelajaran yan sangat efktif,kita punya lauatan dan ribuan sungai untuk sara belajar. Dan lagi-lagi kita akan memunculkan pertanyaan mengapa?
Paradigma kita selama ini tentang pendidikan agaknya telah tereduksi hingga berdampak pada implementasi di lapangan. Seandainya kita mau memanfaatkan itu semua maka kita akan bisa blajar dengan baik tanpa harus masuk keruangan kelas. Maka yang pertama kali yang harus kita rubah adalah pandangan tentangpendidikan serta tujuan pendidikan itu sendiri.
Secara sosiologis, orang-orang yang berrsekolah, apalagi sampai perguruan tinggi mendapat tempat yang istimewa dalam kehidupan bermasyarakatwalaupun sebenarnya tu bukan jaminan pendidikan berbanding lurus dengan kulalitas dan perannya di masyarakat.akan tetapi iniii sudah sudah menjadi pandangan umum masyarakat kita terutama masyarakat kelas bawah. Denga asumsi bahwa yang bersekolah akan dapat menempati posisi yang terhormat, kerjaan yang mapan, dan sederet pretise lainnya. dan bagaimana mengubah paradigma ini menuju sebuah paradigma bahwa pendidikan untuk kemanusian serta untuk belajar hidup.
Model pembelajaran halaqoh yang diterapkan oleh Rosul kepada para sahabat adalah model yang mempunyai tawaran sendiri untuk kita coba di Indonesia, model pendidikan melalui halaqoh dan kelompok-kelompok kecil. Model pembelajaran yang tidak terbatas oleh dinding dan bangku serta meja saja, tapi pembelajaran dengan alam sebagai tempat belajar yang tidak terbatas. Para pendidiknya adalah orang-orang yang langsung terjun kemasyarakat berdialog dengan mereka bahkan ditempat kerja mereka sendiri, pendidikan yang jauh dari ke-formalan tapi syarat akan nilai dan tujuan yangmurni dan lebih manusiawi.
Pendidikan, adalah sarana yang sangat vital bagi sebuah perubahan. Melalui pendidikan prses transformasi sangat mungkin untuk dilaksanakan, sebuah transformasi yang tdak terbatas pada intelektual semata tapi transformasi y ang saratakan nilai kemanusiaan. Model pendidikan ala nabi ini kemudian nisa menjadi sebuah solusi bagi dunia pendidikan kita, sebuah kemandirian yan tidak tergantung pada pemerintah dan pejabat yang berwenang tapi berawal dari kesadaran setiap nurani yang merasa bertanggung jawab terhadap masa depan bangsa. Wallau’alam.
Comments
salam
semuaguru.blogspot.com