Sinar mentari pagi ini datang tanpa permisi. Bunyi alarm tak mampu mencegahnya menyentuh tubuhku di balik selimut dan berpesta membelai kulit wajahku setelah melewati celah jendela kamar. Mataku silau olehnya. Me ng a jakku keluar dari al a m tidur dan dunia mimpi semalaman . Malam yang panjang. Namun k ant uk be l um sempurna pergi, ia ma s ih menguasai syaraf-syaraf tubuh. Sepeti seorang raja , rasa kantuk itu , dengan telunjuknya memerintahkan syaraf tubuhku untuk tetap diam pada posisi tidur. Kaki yang masih terasa lemas, kepala yang masih nyaman bertahta di atas bantal, serta kelopak mata yang tetap ingin menyelimuti bola mataku yang tak seberapa lebarnya. Manja untuk tetap terpejam. Ingin mengingat kembali setiap kejadian dalam tidurku tadi malam. Aku bermimpi. Mimpi yang menyisakan pertanyaan panjang . Aku betanya dalam hati kenapa orang mengalami mimpi. Dan apakah mimpi itu seb e narnya. Adakah ia memang sebuah dunia.