Sajak - Sajak Sabun
Pertanyaan Malam
Masihkah itu
ceritamu wahai pagi?
Karangkajen 15112013
Persiapan
Kadang tidur
adalah momen pertemuan
maka ia butuh
persiapan
pondokresy,04122013
Sunya Raga
Tanpa jejak
kau melangkah
menuju kesunyian
raga
mencari yang
hilang dari anugrah
dan.. kau
bilang itu jalan surga
bulir bulir
kenangan mengalir
bening. Tanpa gugatan
masa lalu
hening kau
cipta dalam debur
gelombang kehidupan.
Ada pilu
dalam gempita pesta.
Kau sebut itu
pelajaran
guritan garis
serta ukiran takdir
kau telusuri
pada setiap kisah dan cerita
kadang kau
berjumpa tikungan mimpi yang getir
atau bahkan
bertemu persimpangan cita
dan..
Kau lukis itu
sebagai harapan
di atas kanvas
kesendirian
Karangkajen 07112013
Mawar di Kabut
September
; untuk Idah
Kau pergi
bersama segala yang telah pergi
hingga bayangmu
sirna. Berganti bayang pagi
harum aroma
tubuhmu yang putih
menjadi aroma
dalam ruang hati
aku tak sempat
bertanya
pada hati suci
yang berpendar di senyummu
hingga kau
menyelinap pada subuh biru
satu isyarat
tentang pagi merah bercahaya
hingga kau
terlupa pada tanda
purnama yang
ditelan cakrawala
menyisakan kebisuan
di atas mimpi kebahagiaan
dan sebuah
nama hanyalah ukiran usang
di balik kabut
september
akubenci menghirup
aroma mawar
bercampur aroma
pagi yang sepi
dengan seutas
senyum itu. Jerat hati kau tebarkan
membuat darahku
larut dalam gairah
yang kini kau
padamkan dengan mengusir setiap kenangan
Wisma ulilalbab 02102013
“Kak...
September telah pergi”
Kopi yang kau
seduh pagi itu
masih sama
hitam hari ini
tetap hitam tanpa
gerutu
seperti juga
hari ini
akan berlalu
mengabarkan kisah
bahwa esok
harus tetapdi nanti
tanah yang
kita pijak
juga masih
hitam kecoklatan
menumbuhkan bunga-bunga
yang semerbak
dan...
Pagi ini kau
berkata lirih
“kak...
September telah pergi”.
Wonosobo, 02102013
“Kak...
oktober telah tiba”
Masih tergambar
indah
barisan rapi
putih gigimu
dalam senyum
senja merah
kala kita
bersama dalam kisah dan cerita
aku hanya
duduk menatap ceria wajahmu
tak lelah
bercerita tentang kisah masa lalu
tak beda suka
atau duka. Karena ia satu
sesekali ada
gerutu menyela
tapi ia
bukanlah cela
bila keluar
dari bibir yang indah
hingga
akhirnya kau tutup cerita dan kisah
serta berkata
lega tanpa masalah
“kak...
oktober telah tiba”.
Wonosobo, 02102013
Ini Bukan
Pasar Malam
; untuk Rosita
Dik, ini
memang bukan pasar malam
Yang datang
dan pergi karena kebahagiaan
Bukan juga
hitam putih persidangan
Melainkan warna
pelangi hiasan alam
pertemuan kita
dalam riuh masa remaja
telah dicuri
oleh dua matamu yang jeli
hingga kini
ada yang tinggal dan pergi
lalu, semua
kau usap hingga pagi berganti senja
Aku masih ingat
putih wajahmu yang merona
kala kita
bertatap muka
dan yang
tertinggal hanya raga
aku coba
panggil setiap kata. kau coba himpun
pucuk-pucuk
aroma rasa agar tetap anggun
bisu serta
diam adalah bahasa asmara
ia datang
bukan pada ranum subuh atau senja
ia hadir bila
waktunya tiba
membuat kita
tersipu tanpa bisa bertanya
tidakkah kau
ingat itu
bahkan suaraku
pun adalah udara asing
yang semakin
asing ditelan jarak dan waktu
hingga kita
sama berharap
suara kita
adalah lagu kesetian dewi sita
dik, ini bukan
pasar malam
yang datang
dan pergi untuk liburan
bukan juga
roman picisan
yang
dibicarakan di atas meja makan
Karangkajen, 10112013
Comments