Keseimbangan


Sewaktu pulang, di rumah, saya sering pergi ke sawah. Menemani paman berburu belalang untuk meracuni tikus. Terkadang juga mencari keong untuk makanan belut yang saya pelihara di kolam belakang rumah. Di sawah paman memang banyak  tikus dan keong. Tikus dan keong adalah perusak tanaman padi yang sangat membahayakan. Untuk membasmi kedua binatang perusak padi itu, paman menggunakan racun. Tentu ia butuh biaya dan tenaga tambahan untuk membasmi keduanya. Waktu di sawah, aku jadi teringat dengan pelajaran IPA saat SD. Pelajaran tentang rantai makanan. Di sawah paman, sudah tak ada lagi ular dan juga ikan belut.


Jauh sebelum saya belajar tentang rantai makanan, pada tahun 1962, Edward Norton Lorenz seorang profesor  MIT di Amerika Serikat menemukan sebuah pemikiran  yang disebut dengan efek kupu-kupu. Pemikiran yang mengungkapkan bahwa kepakan sayap kupu-kupu di sebuah hutan belantara Brazil secara teori dapat menghasilkan tornado di Texas beberapa bulan kemudian. Hal ini juga disebut sebagai sistem  ketergantungan yang sangat peka terhadap kondisi awal. Perubahan sedikit saja pada kondisi awal, dapat mengubah secara drastis keadaan dan kelakuan sistem pada jangka panjang. Sebagai contoh Jika suatu sistem dimulai dengan kondisi awal misalnya 2, maka hasil akhir dari sistem yang sama akan jauh berbeda jika dimulai dengan 2,000001 di mana 0,000001 sangat kecil sekali dan wajar untuk diabaikan. Dengan kata lain: kesalahan yang sangat kecil akan menyebabkan bencana dikemudian hari.

Penemuan ini juga bertepatan dengan tahun pidato kemerdekaan Indonesia oleh Bung Karno dengan tema Tahun Kemenangan yang mana ia melancarkan gagasan untuk memperhebat front nasional dan upaya penumpasan perongrongan revolusi. Setahun kemudian, di Dallas, Texas, Amerika Serikat, John F. Kennedy ditembak di atas kendaraannya. Dan ia meningal beberapa saat kemudian. Kennedy dan Bung Karno adalah karib, mereka senasib, sama-sama ingin dibunuh, keneddy berhasil sedang Bung Karno gagal. Tetapi berhasil digulingkan beberapa tahun kemudian. Dan Hari ini Indonesia dan Amerika jadi lebih akrab.

Adalah John Nash, Seorang peneliti, juga dari MIT, menemukan sebuah teori yang disebut dengan Game Theory. Sebuah teori yang sekarang banyak di aplikasikan ke dalam teori ekonomi dan politik. Teori ini secara sederahana, bicara tentang sebuah teori permainan yang mana dalam permainan harus ada yg menang dan kalah. Maka strategi dan intrikpun digunakan agar kita bisa menang dalam sebuah permainan.

Dari apa yang saya tulis di atas, sebenarnya, satu hal yang barangkali selama ini kurang menjadi perhatian kita, yakni tentang keseimbangan.  Sebuah kondisi di mana segala sesuatu itu sudah ada takaran masing-masing, peran masing,  dan fungsi masing masing. Maka, jika itu semua dilanggar, atau dirusak, ia akan menyebabkan efek domino yang barangkali saat kita melakukannya belum terlihat efeknya. Dan keseimbangan itu berkait erat dengan keteraturan.

Jauh sebelum semua teori di atas ditemukan empat belas abad yang silam, Al-Qur’an telah bicara, tentang permainan, sandiwara, keseimbangan, dan  keteraturan. Simak saja ayat tentang matahari dan rembulan yang beredar dalam hitungannya dan jalan peredarannya. Atau sebuah ayat yang menyatakan bahwa Allah menciptakan segala sesuatu itu dengan Qadar : Dengan ketentuannya masing-masing. Dan itu, sekali lagi tak boleh dirusak atau dilanggar. Jika dilanggar, maka akan terjadi yang namanya ketidakseimbangan dan kehancuran.

Lihat aja prilaku kita masing-masing, saat kita telat bangun pagi kita akan terlambat berangkat ke kantor/sekolah/kampus/atau pasar. Telat berangkat, akan kita jumpai kemacetan di jalan. Kemacetan dijalan berdampak pada telatnya kita sampai di temapt kerja. Telat di tempat kerja, berdampak pada: hukuman karena telat lalu kemudian bisa dipecat, dipecat bearti tak ada masukan buat anak istri, dan begitu berikutnya. Guru/dosen yang telat menyebabkan mahasiswa/murid menunggu, dan murid-murid jadi riuh, gaduh, begitu seterusnya.

Dalam hal politik misalnya, pemimpin tidak menepati janjinya akan berdampak pada kehidupan masyarakat banyak. Atau, para pejabat yang korupsi, berapa banyak kesengsaraan masyarakat yang ditimbulkan oleh perbuatan itu.  Silakan pilih, dan urut saja contoh detailnya.

Itu sekedar contoh. Banyak lagi hal-hal yang menyebabkan efek domino dalam keseharian kita, jika kita melanggar keseimbangan dan keteraturan yang telah ada. Mengakhiri tulisan ini saya jadi teringat dengan sebuah pepatah arab, Fakkir Qobla An Takzim. Berpikirlah sebelum berbuat. Wallahua’alam Bisshawab. Dari berbagai sumber.





Comments

Popular posts from this blog

Keputusan #2

Senja Cinta Awan*

Pendaran Cahaya Yaya*